Kembali ke Perkebunan
Perkebunan Formula B · Formula Pelindung

Anti-Busuk Rimpang Temulawak untuk Temulawak & Kencur

Curcuma xanthorrhiza / Kaempferia

Masalah utama Temulawak & Kencur: Busuk rimpang, layu Fusarium, nematoda. Anti-Busuk Rimpang Temulawak (Biofungisida + Biofertilizer 6-Strain) diformulasikan Dokter Tani untuk membantu petani temulawak & kencur mengatasinya.

Triple-aksi Fungisida-N-PK
6-strain konsorsium hayati
Kementan terdaftar
Bebas residu kimia berbahaya

Manfaat Utama

  • Trichoderma harzianum sebagai fungisida hayati efektif menekan Busuk rimpang temulawak (Fusarium) — Trichoderma menekan layu rimpang

  • Azospirillum & Azotobacter menambat nitrogen bebas dari udara — kurangi kebutuhan urea

  • Pseudomonas fluorescens & Bacillus subtilis melarutkan fosfat dan kalium yang terikat di tanah

  • Aspergillus niger sebagai dekomposer dan pelarut fosfat batu

  • Memperbaiki kesehatan biologi tanah temulawak & kencur secara berkelanjutan

  • Mengurangi kebutuhan pupuk kimia 30–50%

Yang Terlihat Setelah Aplikasi

  1. Pra-tanam

    Kocor lubang tanam dengan dosis 5 g/L atau 5 ml/L untuk inokulasi awal

    Cara cek: strain mulai kolonisasi rizosfer

  2. 14 hari

    Aplikasi semprot/kocor ke 2

    Cara cek: Trichoderma menyebar di sekitar akar

  3. 30 hari

    Daun lebih hijau, akar lebih lebat

    Cara cek: efek N-fiksasi & P-solubilisasi mulai terlihat

  4. 60 hari

    Penyakit tanah ditekan signifikan

    Cara cek: bandingkan dengan petak kontrol

  5. 1 musim

    Hemat pupuk kimia 30-50%, kesehatan tanah pulih

Tips Lapangan dari Dokter Tani

  • Untuk lahan temulawak & kencur: Aplikasikan pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00), hindari panas terik

  • Frekuensi: Setiap 7–14 hari sesuai fase pertumbuhan tanaman

  • Saat beralih dari kimia ke organik, kurangi dosis kimia bertahap 30–50% per musim

  • Jangan campur dengan pestisida kimia dalam tank yang sama — beri jeda 3–5 hari

  • Lengkapi dengan Formula A (Pembesar Rimpang Temulawak) untuk hasil maksimal — lihat link di bawah

Kandungan Mikroba Aktif

Strain mikroba fungsional yang bekerja dalam formula ini.

Trichoderma harzianum Azospirillum sp Azotobacter sp Pseudomonas fluorescens Bacillus subtilis Aspergillus niger
Nama LatinCurcuma xanthorrhiza / Kaempferia
Skala nasionalSedang (industri jamu)
Sentra produksiJateng, Jatim
Pupuk konvensional dominanNPK, Organik
Masalah utamaBusuk rimpang, layu Fusarium, nematoda
KategoriPerkebunan

Status pendaftaran/izin edar (mis. Permentan 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 dan regulasi terkait) belum diverifikasi secara resmi untuk kombinasi produk-komoditas ini. Jangan mencantumkan klaim nomor registrasi atau sertifikasi tanpa konfirmasi tertulis dari tim regulatory Dokter Tani.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Profil komoditas temulawak & kencur
Nama Latin: Curcuma xanthorrhiza / Kaempferia Skala nasional: Sedang (industri jamu) Sentra produksi: Jateng, Jatim Pupuk konvensional dominan: NPK, Organik Masalah utama: Busuk rimpang, layu Fusarium, nematoda Kategori: Perkebunan
Manfaat utama Anti-Busuk Rimpang Temulawak
Trichoderma harzianum sebagai fungisida hayati efektif menekan Busuk rimpang temulawak (Fusarium) — Trichoderma menekan layu rimpang Azospirillum & Azotobacter menambat nitrogen bebas dari udara — kurangi kebutuhan urea Pseudomonas fluorescens & Bacillus subtilis melarutkan fosfat dan kalium yang terikat di tanah Aspergillus niger sebagai dekomposer dan pelarut fosfat batu Memperbaiki kesehatan biologi tanah temulawak & kencur secara berkelanjutan Mengurangi kebutuhan pupuk kimia 30–50%
Aplikasi & dosis untuk temulawak & kencur
Pra-tanam: Kocor lubang tanam dengan dosis 5 g/L atau 5 ml/L untuk inokulasi awal — strain mulai kolonisasi rizosfer 14 hari: Aplikasi semprot/kocor ke 2 — Trichoderma menyebar di sekitar akar 30 hari: Daun lebih hijau, akar lebih lebat — efek N-fiksasi & P-solubilisasi mulai terlihat 60 hari: Penyakit tanah ditekan signifikan — bandingkan dengan petak kontrol 1 musim: Hemat pupuk kimia 30-50%, kesehatan tanah pulih
Tips lapangan dari Dokter Tani
Untuk lahan temulawak & kencur: Aplikasikan pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00), hindari panas terik Frekuensi: Setiap 7–14 hari sesuai fase pertumbuhan tanaman Saat beralih dari kimia ke organik, kurangi dosis kimia bertahap 30–50% per musim Jangan campur dengan pestisida kimia dalam tank yang sama — beri jeda 3–5 hari Lengkapi dengan Formula A (Pembesar Rimpang Temulawak) untuk hasil maksimal — lihat link di bawah