Kembali ke Perkebunan
Perkebunan Formula A · Formula Booster

Pemacu Pertumbuhan Bambu untuk Bambu

Bambusa / Dendrocalamus spp.

Masalah utama Bambu: Bercak daun, busuk rhizome, kumbang penggerek. Pemacu Pertumbuhan Bambu (Pupuk Hayati Granul Lahan Luas) diformulasikan Dokter Tani untuk membantu petani bambu mengatasinya.

10-15% Produktivitas naik
Tahan simpan 18 bulan
Bisa dicampur langsung dengan pupuk NPK granul
5 strain sama dengan FloraOne Cair

Manfaat Utama

  • Praktis — tabur langsung, tidak perlu tangki semprot

  • Tahan simpan 18 bulan — cocok untuk stok kios & gudang

  • Bisa dicampur langsung dengan pupuk NPK granul

  • 5 strain sama dengan FloraOne Cair

  • Cocok program bantuan pemerintah (format granul)

Yang Terlihat Setelah Aplikasi

  1. 7 hari

    Granul larut, mikroba aktif di rizosfer

    Cara cek: Cek kelembaban tanah

  2. 14 hari

    Akar lebih lebat vs kontrol

    Cara cek: Cabut sampel

  3. 30 hari

    Pertumbuhan vegetatif lebih cepat

    Cara cek: Ukur tinggi & jumlah anakan

  4. 60 hari

    Fase generatif lebih seragam

    Cara cek: Hitung malai/buah

Tips Lapangan dari Dokter Tani

  • Untuk lahan bambu: Aplikasikan pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00), hindari panas terik

  • Frekuensi: Setiap 7–14 hari sesuai fase pertumbuhan tanaman

  • Saat beralih dari kimia ke organik, kurangi dosis kimia bertahap 30–50% per musim

  • Jangan campur dengan pestisida kimia dalam tank yang sama — beri jeda 3–5 hari

  • Lengkapi dengan Formula B (Anti-Busuk Rimpang Bambu) untuk hasil maksimal — lihat link di bawah

Kandungan Mikroba Aktif

Strain mikroba fungsional yang bekerja dalam formula ini.

Rhizobium B. subtilis Azospirillum P. fluorescens Trichoderma (granul)
Nama LatinBambusa / Dendrocalamus spp.
Skala nasionalBesar (industri ekspor)
Sentra produksiJateng, Jabar, Bali
Pupuk konvensional dominanNPK, Organik
Masalah utamaBercak daun, busuk rhizome, kumbang penggerek
KategoriPerkebunan

Status pendaftaran/izin edar (mis. Permentan 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 dan regulasi terkait) belum diverifikasi secara resmi untuk kombinasi produk-komoditas ini. Jangan mencantumkan klaim nomor registrasi atau sertifikasi tanpa konfirmasi tertulis dari tim regulatory Dokter Tani.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Profil komoditas bambu
Nama Latin: Bambusa / Dendrocalamus spp. Skala nasional: Besar (industri ekspor) Sentra produksi: Jateng, Jabar, Bali Pupuk konvensional dominan: NPK, Organik Masalah utama: Bercak daun, busuk rhizome, kumbang penggerek Kategori: Perkebunan
Manfaat utama Pemacu Pertumbuhan Bambu
Praktis — tabur langsung, tidak perlu tangki semprot Tahan simpan 18 bulan — cocok untuk stok kios & gudang Bisa dicampur langsung dengan pupuk NPK granul 5 strain sama dengan FloraOne Cair Cocok program bantuan pemerintah (format granul)
Aplikasi & dosis untuk bambu
7 hari: Granul larut, mikroba aktif di rizosfer — Cek kelembaban tanah 14 hari: Akar lebih lebat vs kontrol — Cabut sampel 30 hari: Pertumbuhan vegetatif lebih cepat — Ukur tinggi & jumlah anakan 60 hari: Fase generatif lebih seragam — Hitung malai/buah
Tips lapangan dari Dokter Tani
Untuk lahan bambu: Aplikasikan pagi (06.00–09.00) atau sore (16.00–18.00), hindari panas terik Frekuensi: Setiap 7–14 hari sesuai fase pertumbuhan tanaman Saat beralih dari kimia ke organik, kurangi dosis kimia bertahap 30–50% per musim Jangan campur dengan pestisida kimia dalam tank yang sama — beri jeda 3–5 hari Lengkapi dengan Formula B (Anti-Busuk Rimpang Bambu) untuk hasil maksimal — lihat link di bawah